“BUKIT SISA”


Bentuk-bentuk orde 3 adalah bentuk-bentuk
destruktif yang terjadi karena proses-proses eksogen; disebut SATUAN BENTUK
LAHAN.
·
Bentuk-bentuk
sisa
·
Bentuk-bentuk
kikisan
·
Bentuk-bentuk
endapan
Bentang alam ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari
bentang alam orde kesatu atau kedua.Umumnya bentang alam orde ketiga ini
merupakan hasil kegiatan tenaga eksogen (tenaga dari luar) yang mempengaruhi
bentang alam orde kesatu ataupun orde kedua.oleh karena itu ukuran tentang
bentang ala mini relative juga lebih kecil di bandingkan dengan bentang alam
orde kesatu atau kedua,termasuk bentang ala mini diantaranya adalah bukit,igir
pegunungan,bukit sisa,jurang atau tebing,lembah,danau,ngara,gua,pantai,dan
sebagainya.pada prinsipnya bentang alam orde ketiga ini merupakan hasil
kegiatan dari tenaga luar.dilihat dari sifatnya tenaga luar ini bersifat
merusak.
Ordo III (pembentukan atas penghancuran). Disebut “agents of
erosion” karena mengerasi batuan. Bagian agen adalah angin, muara ,sungai,
ombak laut, dan gletser.
Setiap pembentukannya dibagi dalam 3 tahap: Proses Geomorfologi Penyebab Arus Air Gletser Ombak, Angin, Erosi Lembah Cirques ,Trough Gua bawah laut ,Wind hollow
Blow hollow ,Sisa Bukit, Pegunungan Matter horn ,peaks Clift ,Headland Batuan bentuk jamur ,Endapan Kipas aluvial ,Delta Morena Garis ,panta Padang pasir.
Setiap pembentukannya dibagi dalam 3 tahap: Proses Geomorfologi Penyebab Arus Air Gletser Ombak, Angin, Erosi Lembah Cirques ,Trough Gua bawah laut ,Wind hollow
Blow hollow ,Sisa Bukit, Pegunungan Matter horn ,peaks Clift ,Headland Batuan bentuk jamur ,Endapan Kipas aluvial ,Delta Morena Garis ,panta Padang pasir.
Gambar di atas adalah bukit sisa,gambar tersebut di ambil di
daerah kota gresik tepatnya di segoromadu.
bukit sisa itu terjadi
karena batuan penyusun yang kemudian membentuk bukit sisa itu memiliki tingkat
kekerasan yang tinggi.
Mineral penyusun batuan
tersebut adalah mineral kuarsa,banyak mengandung kuarsa karena dalam penambangan
piropilit di sekitarnya yang piropilit sendiri juga mengandung kuarsa.
Piropilit dan kuarsa sama-sama masuk grup mineral silikat. Namun demikian tidak
tertutup kemungkinan bukit sisa tersebut mengandung korundum, mengingat
terdapatnya korundum bisa juga terjadi dalam proses metamorfosa di daerah
batugamping. Terlebih piropilit ini memiliki kemiripan warna dengan korundum.
Warna korundum adalah abu-abu, biru, merah muda, merah, kuning, hijau, violet
(merah lembayung), atau hitam. Jadi kekerasan mineral yang ada pada bukit sisa
itu dalam skala 9.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar